Thursday, May 28, 2009

Apakah aku perlu Blackberry ?


Kegilaan orang pada gadget buatan Kanada ini tidak bisa dipungkiri lagi. Tadinya hanya digandrungi oleh eksekutif kelas atas, kini telah merambah pemakai mula lainnya seperti mahasiswa, karyawan mid-level, dan yang penting adalah techny-oriented guys.

Blackberry awalnya dikenal sebagai pembuat gadget kantoran dengan fungsi push mail sebagai fitur utama. Dengan koneksi internet yang "always on" dari penyedia jaringan (GSM atau CDMA), maka email dapat di tendang ke handset tanpa harus kita tarik dari server. Untuk dapat "always on" dan "tendangan email" itu, kita harus berlangganan BIS (blackberry internet service).

Selain itu, Blackberry tidak lebih dari handset-handset lainnya yang memiliki fitur kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sony Ericsson W Series, piawai dalam music handset dapat menjadi pilihan bagi yang suka music. Nokia dengan S60 terkenal banyak support aplikasi yang bisa didownload. Handset Windows Mobile bagi maniac Microsoft. Sebagai handset, tentunya tidak boleh terlepas dari fungsi dasar : bertelepon dan sms.

Bagi saya pribadi, ngga butuh Blackberry. Device s60 saat ini sudah jauh dari cukup utk segala kebutuhan : email, sms, radio, music, camera, chatting, facebook, remote controller, WIFI accesspoint, telnet, FTP, ssh, dan sederet fungsi lain yang dengan mudah di cari aplikasinya.

Jika Anda merasa terima email segitu pentingnya harus on time, Blackberry jawabannya, walaupun Nokia E-series bisa melalukan hal yang sama jika anda punya account internet always-on. Selain itu, biarpun cuma ngerti SMS dan telpon doang, tapi mau bergaya, boleh juga pertimbangkan BB.

Thursday, May 14, 2009

Kartu kredit bayar annual fee? Tutup aja

Kartu kredit tidak diragukan lagi telah menjadi trend pembayaran yang paling praktis, bisa di pake di dunia nyata dan dunia maya. Ada berapa kartu kredit yang anda punya ? Menurut data, total kartu kredit yang beredar di Indonesia sekitar 10 juta, dan lebih dari 80% ada di Jakarta. Dan orang yang memiliki kartu kredit, biasanya jarang cuma satu. Kalo engga ya gak punya sama sekali, kalo punya, seabreg-abreg.

Seiring dengan krisis financial yang menimpa dunia perbankan, semakin banyak kreditor (pemegang kartu kredit) yang gagal bayar. Dan bank penerbit menyadari bahwa mendapatkan customer yang berkualitas adalah sangat mahal. Budget tinggi pun diberikan untuk menjaring orang-orang yang berkualitas untuk menjadi pemakai kartu kredit nya.

Dan tidak kalah pentingnya adalah mempertahankan customer yang berkualitas. Sehingga, sebenarnya bank rela memberikan Anda bebas iuran tahunan ketimbang kehilangan customernya. Oleh karena itu jika anda merasa Anda berkualitas, mintalah pembebasan iuran tahunan kepada bank anda, atau jika tidak, tutup saja kartu itu. Banyak bank lain yang bersedia menerima.

Hari gini, kalo bisa gratis, ngapain bayar :)