Wednesday, July 15, 2009

Koneksi internet apa yg cocok utk ku ?


Hari gini, sepertinya semua orang metropolitan butuh koneksi internet. Tetapi tidak semua orang memerlukan sifat dan koneksi yang sama. Oleh karena itu ada baiknya menganalisa keperluan dan disesuaikan dengan investasi/alat dan iuran bulanan yang dikenakan. Untungnya koneksi internet untuk kebutuhan personal semakin murah dan semakin banyak variasinya.

Untuk pemakai internet pemula, atau menyangka bahwa internet hanyalah sebatas update status facebook, pakailah koneksi dari hp masing. Biayanya berkisar dari Rp. 5/kB hingga Rp 0,5/kB. Tidak memerlukan device tambahan dan lebih mudahnya tinggal klik shortcut internet dari HP. Update lalu disconnect. Cepat, mudah, murah dan dimana saja. Anti-mati-gaya, meniru kata salah satu telco.

Namun jika itu saja tidak cukup, misalnya anda butuh chatting dan keliatan online terus, cobalah berlangganan paket internet unlimited dari GSM/CDMA provider. Disamping bisa online terus dari HP, bisa juga di set menggunakan modem utk online dari laptop atau PC. Harga bervariasi dari system prabayar 100rb-125rb per bulan oleh Indosat dengan Broom-nya, Telkomsel memiliki Flash dengan pasca bayar mulai dari 125rb/bln. XL belakangan menyusul dengan "nyambung terus" nya juga, namun perdana nya langka dari pasaran. Semua itu dengan embel-embel fair usage policy, memang unlimited, namun siap-siap kecepatan didrop hingga 64kbps saja jika overlimit.


Disamping itu, provider GSM juga menyediakan internet unlimited yg dibundling dengan Blackberry Internet Service (BIS). Sehingga disampiing unlimited internet yang didapat, anda juga dapat mengaktifkan pushmailnya, menerima email dimana saja, kapan saja walaupun kebanyakan email yang gak penting-penting banget. Tentunya anda perlu handset Blackberry untuk itu. Harga paket sekitar 50rb - 100rb diatas paket internet unlimited tanpa BIS.

Dengan mengorbankan aksesibilitas, namun menang di kecepatan, anda bisa coba Speedy atau Fastnet dari Firstmedia. Dengan tarif yang hampir sama namun kecepatan lebih stabil pada minimum 384kbps, tanpa ada penurunan kecepatan. Namun, karena sifatnya landline, anda tidak bisa berpindah-pindah akses dari rumah ke jalan atau ke kantor misalnya. Firstmedia mengharuskan modem dibeli secara tunai, sedangkan Telkom Speedy memberikan modem gratis untuk paket tertentu. Cocok untuk pelengkap bagi yang telah memiliki akses internet di kantor dan membutuhkan akses bagi anggota keluarga di rumah atau tetangga, karena dengan kecepatan demikian, masih terasa lancara walau dishare ke beberapa pengguna sekaligus.

Menggunakan koneksi yang sama, anda juga dapat mengupgrade koneksi anda hingga 2mbps sekelas akses kantoran, tentunya dengan biaya yang tidak murah juga. Cocok untuk heavy-downloader yang kebanyakan bekerja dari rumah dan doyan download apa saja, termasuk streaming media online.

Jadi koneksi apa yang cocok ?

Thursday, June 11, 2009

Emailmu, harimaumu

Zaman modern, pepatah juga perlu menyesuaikan dengan kondisi. Kasus email curhat Prita yang mendapat sorotan dari semua media lokal adalah contoh yang baik. Bukan kasus masalah kesehatannya yang menarik, tetapi budaya beremail dan mengemukakan pendapat.

Email bukan lagi barang baru bagi yang telah mengenal internet. Email disebut sebagai alat komunikasi penting bagi perusahaan dan urusan serius. Namun, jika dilihat secara rata-rata, sebagian besar email yang kita terima/kirim bukanlah untuk hal-hal yang penting.

Banyaknya email yang memenuhi mailbox kita umumnya berasal dari mailing list (milis). Semakin banyak milis yang diikuti dan semakin hot topiknya semakin banyak pula email yang didapat. Apalagi dengan maraknya blekberi, email semakin mudah di terima dan dibalas.

Tidak jarang, kita saling meneruskan email dari satu milis ke milis lain. Sadarkah anda bahwa semua email yang anda kirimkan mencerminkan pendirian kita, pendapat kita atas informasi yang akan kita kirimkan tersebut ? Apakah kita merasa bertanggung jawab atas informasi tersebut, walaupun "cuma" sebagai penerus (forwarder) ?

Seyogianyalah kita berpikir tiga kali sebelum mengirimkan suatu email, terlebih lagi email terusan dari orang/milis lain yang informasikan tidak jelas asal usulnya, tidak sesuai dengan pendirian anda, ataupun jelas-jelas penipuan (hoax). Memang Prita tersangkut karena ia-lah sumber pertama pengarang emailnya (alamat dan HP nya tercantum jelas) tapi tidak menutup kemungkinan besok-besok, pihak-pihak yang ikut menyebarkan bisa terkena getahnya juga ?

Hati-hati meneruskan email. Bukan cuma takut konsekuensi hukumnya, tapi lebih kepada integritas pribadimu. Email-mu, harimau-mu

Thursday, May 28, 2009

Apakah aku perlu Blackberry ?


Kegilaan orang pada gadget buatan Kanada ini tidak bisa dipungkiri lagi. Tadinya hanya digandrungi oleh eksekutif kelas atas, kini telah merambah pemakai mula lainnya seperti mahasiswa, karyawan mid-level, dan yang penting adalah techny-oriented guys.

Blackberry awalnya dikenal sebagai pembuat gadget kantoran dengan fungsi push mail sebagai fitur utama. Dengan koneksi internet yang "always on" dari penyedia jaringan (GSM atau CDMA), maka email dapat di tendang ke handset tanpa harus kita tarik dari server. Untuk dapat "always on" dan "tendangan email" itu, kita harus berlangganan BIS (blackberry internet service).

Selain itu, Blackberry tidak lebih dari handset-handset lainnya yang memiliki fitur kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sony Ericsson W Series, piawai dalam music handset dapat menjadi pilihan bagi yang suka music. Nokia dengan S60 terkenal banyak support aplikasi yang bisa didownload. Handset Windows Mobile bagi maniac Microsoft. Sebagai handset, tentunya tidak boleh terlepas dari fungsi dasar : bertelepon dan sms.

Bagi saya pribadi, ngga butuh Blackberry. Device s60 saat ini sudah jauh dari cukup utk segala kebutuhan : email, sms, radio, music, camera, chatting, facebook, remote controller, WIFI accesspoint, telnet, FTP, ssh, dan sederet fungsi lain yang dengan mudah di cari aplikasinya.

Jika Anda merasa terima email segitu pentingnya harus on time, Blackberry jawabannya, walaupun Nokia E-series bisa melalukan hal yang sama jika anda punya account internet always-on. Selain itu, biarpun cuma ngerti SMS dan telpon doang, tapi mau bergaya, boleh juga pertimbangkan BB.

Thursday, May 14, 2009

Kartu kredit bayar annual fee? Tutup aja

Kartu kredit tidak diragukan lagi telah menjadi trend pembayaran yang paling praktis, bisa di pake di dunia nyata dan dunia maya. Ada berapa kartu kredit yang anda punya ? Menurut data, total kartu kredit yang beredar di Indonesia sekitar 10 juta, dan lebih dari 80% ada di Jakarta. Dan orang yang memiliki kartu kredit, biasanya jarang cuma satu. Kalo engga ya gak punya sama sekali, kalo punya, seabreg-abreg.

Seiring dengan krisis financial yang menimpa dunia perbankan, semakin banyak kreditor (pemegang kartu kredit) yang gagal bayar. Dan bank penerbit menyadari bahwa mendapatkan customer yang berkualitas adalah sangat mahal. Budget tinggi pun diberikan untuk menjaring orang-orang yang berkualitas untuk menjadi pemakai kartu kredit nya.

Dan tidak kalah pentingnya adalah mempertahankan customer yang berkualitas. Sehingga, sebenarnya bank rela memberikan Anda bebas iuran tahunan ketimbang kehilangan customernya. Oleh karena itu jika anda merasa Anda berkualitas, mintalah pembebasan iuran tahunan kepada bank anda, atau jika tidak, tutup saja kartu itu. Banyak bank lain yang bersedia menerima.

Hari gini, kalo bisa gratis, ngapain bayar :)

Friday, April 17, 2009

Siapa vivanews.com ?

Setelah bnayak mendapat forward email dari temen2 yang bersumber dari vivanews.com, iseng2 mengunjungi situs www.vivanews.com. Kesan pertama, eh kok ada portal berita yang selengkap itu, tetapi belum ada promosinya di media2 lain ? Jangan-jangan hanya sejenis portal berita underground, yang latar belakangnya gak jelas. Siapa dibelakang nya ?

Setelah baca sana sini, ternyata aktor belakangnya adalah group konglomerasi Bakrie. Sebagai poros media baru, vivanews lumayan bisa menjadi penyeimbang sekaligus menjadi salah satu group media yang dipertimbangkan. Memiliki group konglomerasi adalah sangat strategis dewasa ini, karena katanya, who conquer information, conquer the world. Saat ini konglomerasi media di Indonesia, cukup banyak yang diperhitungkan.

Sebut saja, MNC memiliki TV (RCTI, TPI, Global, CTV), tabloids, telco (Mobile8), online portal (okezone) dan stasiun radio (salah satunya Trijaya). SCM melalui SCTV, group MRA (banyakan radio), Media Group (membawahi MetroTV, dan beberapa suratkabar nasional dan daerah), kerajaan Kompas & Gramedia (diantaranya koran Kompas, Kontan). Group media tersebut menyatukan semua lini utk saling mendukung bisnis nya dan juga secara halus, mendoktrin pandangan-pandangannya.

Tidak ketinggalan, group Bakrie yang telah memiliki Bakrie Telecom (baik bendera Esia maupun BT), tvOne, ANteve, juga ingin berkiprah di situs portal online. Dikomandani oleh Erik Meijer (http://www.vivanews.com/tentangkami/), vivanews memberi nuansa yang berbeda dari portal2 berita lain. Eh bukannya mas Erik juga sebagai petinggi Esia ?
Dengan design yang minimalis, tidak seperti tetangga "Detik" yang cenderung kebnyakan iklan, saya sendiri lebih nyaman membaca beritanya. Pembagian segment berita yang unik juga menarik, terutama segment "Korupsi" membuat pembaca memiliki perspektive berita yang lain.

Bersaing dengan portal online yang telah lebih dulu established, memang butuh waktu utk penetrasi pasar. Namun jika tetap menghadirkan berita yang berimbang, dalam hal content dan iklan, pasti akan lebih banyak melirik ke vivanews ketimbang detik-detikan :)

Gimana menurut anda ?